Ayo Bergabung!

Sabtu, 01 April 2017

MAHA STAR Menjadi Bagian dari RETHINKING AIDS

Siapa yang tidak tau RETHINKING AIDS (RA), grup antimainstream internasional yang juga memiliki tujuan yang sama dengan MAHA STAR (MS) yaitu menyangkal, mengkritisi, dan menentang teori HIV/AIDS yang berkembang sekarang, juga terapi ARV yang terbukti memberikan efek samping seperti AIDS itu sendiri.

RA berdiri tahun 1991 setelah Dr. Peter Duesberg, ahli biologi sel dan molekuler mengkritisi doktrin bahwa HIV menyebabkan AIDS, terinspirasi dari fakta itu, ternyata banyak pakar medis yang juga sepakat dengan Duesberg, lalu mereka membentuk sebuah grup "The Group for the Scientific Reappraisal of the HIV/AIDS Hypothesis" yang sekarang berkembang menjadi Rethinking AIDS.
Hingga saat ini, RA sudah berkembang pesat menjadi asosiasi dari banyak pakar medis, akademis, aktivis HAM, dan jurnalis professional yang menentang doktrin HIV, AIDS, ARV. 
Komite RA pun terdiri dari ahli kedokteran, medis dan sains seperti ahli penyakit menular dari Inggris, professor kimia dari Amerika, pakar ilmu kandungan dari Jerman, bahkan jurnalis professional penerima award. daftar jajaran utama dan komite pendukung RA bisa dilihat disini.

Ajakan pada MAHA STAR
Beberapa hari setelah peringatan anniversary MS yang pertama bulan februari lalu, sebuah undangan  langsung dari presiden RA, David Crowe, mengajak MS menjadi satu dari banyak cabang RA yang tersebar diseluruh dunia. 

Kenapa harus MS? Menurutnya, MS adalah grup antimainstream dengan jumlah anggota terbanyak di Indonesia bahkan di Asia Tenggara, dia kagum dengan jumlah lebih dari 50 ribu orang hanya dari Indonesia saja dan bisa memediasi banyak diskusi rutin dan hidup setiap harinya. Dia pun salut dengan cara MS bergerak, yaitu dengan berinovasi menggunakan pendekatan teknologi digital yang bisa menjangkau banyak orang. hal seperti itu pun dilakukan oleh RA, namun publikasi RA sudah lebih maju dengan adanya jadwal publikasi radio rutin, juga press release untuk media ternama seperti CNN atau BBC. list press release yang pernah diterbitkan RA bisa dilihat disini.

Selain Indonesia, MAHA STAR juga diharapkan menjadi komunitas yang bisa merangkul para rethinker dari negara tetangga seperti Malaysia, Singapore, Brunei, Filipina, dan Thailand.
Saat ini, diantara banyak negara dalam daftar cabang RA, negara Indonesia menjadi satu-satunya negara di Asia yang memiliki cabang RA, dan itu diwakili MAHA STAR.

Manfaat bagi MAHA STAR
Lalu, apa manfaatnya bagi MAHA STAR bila bergabung dengan Rethinking AIDS?
dalam nota ke sepahaman, MAHA STAR bisa menggunakan berbagai publikasi RA sebagai sumber MS, MS juga punya kesempatan besar untuk berkomunikasi langsung dengan pakar medis dan akademis bidang kedokteran sebagai supporting committee professional untuk mendukung pergerakan MS dari sisi medis (apalagi, pakar medis di Indonesia masih cari aman dengan menelan mentah2 doktrin HIV), bahkan MS berhak mendapat publikasi secara internasional, baik itu disematkan di web RA, maupun pada publikasi lainnya.
Berikut adalah screenshot dari website RA, dimana MS disematkan dalam webnya:



Tampilan utama website RA bisa dilihat langsung disini.

Dengan makin melebarnya MAHA STAR membentangkan sayapnya ke kancah internasional, maka akan makin maju pula perkembangan MS kedepannya. Kalau mainstream disuapi dana dari donasi global fund dan menguras dana APBN negara yang mereka hamburkan untuk bagi-bagi kondom berkedok program VCT, maka MS akan disupport dengan sumberdaya ilmu dari pakar medis dari banyak negara, penguatan dan visibilitas lebih luas, guna berkontribusi pada para member agar selalu sehat dan paham terhadap isu-isu HIV/AIDS yang sebenarnya, sehingga cita-cita utama MS, yaitu hilangnya stigma dan diskriminasi pada isu ini bisa benar-benar tercapai.

Bangkit bersama MAHA STAR!

A.S.

0 komentar:

Posting Komentar