Ayo Bergabung!

Minggu, 12 Juni 2016

Efek Jangka Panjang Dari Antiretroviral Therapy (ART)

Nah, bagi yang masih berfikir bahwa ARV adalah penyelamat, silakan diunduh file junal disini, yang berupa rangkuman efek terapi ARV terutama di negara miskin-berkembang, dimana obat yg beredar adalah obat lini 1 jenis lama macam stavudine (D4T), zidovudine (AZT), didanosine (DDI), lamivudine (3TC), nevirapine (NVP), dll. bahkan ARV baru pun masih punya efek jangka panjang, meski dlm waktu lama, seperti tenovovir (TDF) dan abacavir (ABC) berikut saya rangkum hasil jurnal ilmiah yg dibuat oleh pakar AIDS yg disponsori oleh pusat penelitian AIDS fakultas kedokteran Harvard.
selain efek jangka pendek yg akan diterima oleh pasien ART, yaitu berupa kelelahan, mual, muntah, nyeri ulu hati, dyspnea (sesak/nafas pendek), atau kehilangan berat tubuh, pasien juga akan mengalami efek jangga panjang karena formula dari ARV sendiri adalah inhibitor DNA polimerase mitokondria yang akan menyebabkan komplikasi metabolis. efek tersebut yaitu:
1. LACTIC ACIDOSIS
adalah ketika pH dlm darah dan jaringan tubuh rendah, mengakibatkan tingginya laktat, efeknya dpt berupa koma bahkan kematian. pd pasien ART, bila level laktat dlm darah >5 mmol/L maka terapi harus segera dihentikan (yg mana akan meningkatkan resistensi pd virus, dan pindah ke lini 2, hayo looh!)

2. LIPOATROPHY
adalah kehilangan masa lemak pada beberapa bagian tubuh seperti pipi/tirus, lengan, dan bokong. lipoatrofi adalah efek dari lipodistrophy, yaitu perubahan distribusi lemak tubuh, adapun penumpukan lemak tubuh pada tempat yg tdk seharusnya, yaitu dileher belakang (buffalo hump/punuk kebo), di dada lelaki (seperti punya payudara), di perut (buncit, tp pipi tirus, dan lengan kurus). hal ini akan mengakibatkan stigma dan diskriminasi. krn lipodistrofi IRREVERSIBEL, tdk bisa kembali spt semula, jln satu2nya adalah operasi.

3. PANKREATITIS
adalah radang pada kelenjar pankreas, yaitu kerusakan pankreas yg dpt terjadi dlm 2 bentuk yaitu akut dan kronis.

4. PERIPHERAL NEUROPATHY (PN)
atau distal sensory neuropathy (DSN) adalah kerusakan pada syaraf yang merusakan peraba, pergerakan tubuh, kelenjar2, fungsi organ.dan aspek kesehatan lain, tergantung syaraf mana yg rusak.

5. HIPERLIPIDEMIA
adalah penyakit yg menyebabkan kadar kolestrol, trigliserida dalam darahmelonjak naik karena terjadi kelainan pd metabolisme lipid. hiperlipidemia adalah dasar dari penyakit kardiovaskuler sperti gagal jantung.

6. RESISTENSI INSULIN
dimana tubuh menolak/tdk merespon terhadap insulin, hormon yg mengatur kadar gula darah. hal ini meningkatkan resiko diabetes, dan penyakit jantung.

7. ANEMIA
menurunnya jumlah sel darah merah dalam tubuh. efeknya selain oksigen yang dibawa akan menurun, juga menghambat aktivitas karena si penderita akan merasa pusing, malaise (kelelahan yang sangat), mata berkunang-kunang, dan kolaps.

8. HYPERSENSITIVITY
adalah reaksi berlebihan, tidak diinginkan karena terlalu senisitifnya respon imun (merusak, menghasilkan ketidaknyamanan, dan terkadang berakibat fatal) yang dihasilkan oleh sistem kekebalan normal. Penyakit tertentu dapat dikarenakan satu atau beberapa jenis reaksi hipersensitivitas, seperti infeksi parasitik (bakteri, virus, fungi), anemia, gangguan mental, kelainan pd mata, telinga, kulit, dll
(ngeri ya, padahal katanya ARV bisa mengembalikan imun sistem, tp kenyataannya tdk sesuai dlm jangka panjang)

9. HEPATOTOXICITY
adalah kerusakan pada sel-sel hati akibat dari bahan KIMIA (catet!), ARV adalah obat keras, penggunaan jangka panjang/seumur hidup akan membuat kerusakan pd hati, yang kemudian meningkatkan resiko terkena sirosis/kanker hati

Catatan Kami:
sebenarnya jurnal ini membahas jenis2 ART dan efek samping, dan substitusi regimen lainnya. namun di Indonesia, pilihan jenis ARV masih terbatas. saya disini tdk detil membahas itu, sy hanya mengambil highlight dari efek sampingnya. bila mau lengkap silakan donlot.
dan setelah ini, coba renungkan. apakah mau menyerahkan diri pada racun yg membuat ketergantungkan dgn resiko jangga pendek dan panjang? belum lg ketika distribusi stop, stok habis, atau subsidi ditarik, dan terpaksa membayar krn takut resisten.. 
atau tidak pernah menyentuhnya dari awal, karena Tuhan menciptakan penyakit, Dia juga ciptakan obat. manusia diciptakan dari tanah, mati pun kembali ke tanah. alangkah baiknya makan dan berobat yg berasal dari tanah. bukan dari racun lab.

0 komentar:

Posting Komentar